Hari Senin tanggal 10 Nov 2008, bertepatan dengan hari Pahlawan, dalam suatu wawancara radio di Suara Surabaya, pertanyaan seputar Auto Rejection mengemuka. Binatang apa pula itu Auto Rejection (AR)? Cerita berawal dari ukuran risiko dalam keuangan, risiko dihitung dengan varian, dan varian mencerminkan gerakan naikdan turun sekuritas atau surat berharga keuangan atau aset keuangan. Nah semakin bervariasi gerakan aset keuangan (naiknya tajam, turunnya tajam, atau naiknya sering, turunnya sering, alias sering bikin kaget dan panik) maka varian (atau standar deviasinya) akan semakin besar maka dapat dikatakan bahwa risikonya akan semakin besar.
Dengan mekanisme AR maka BEI akan menjaga level kenaikan dan penurunan saham di bursa sehingga varian (risiko) akan rendah. Tentu bila risiko rendah, maka risiko investasi investor juga akan rendah (tentu melegakan kalo risikonya rendah). Cuma jangan terus-terusan rendah, nanti return investasi ya juga rendah.
Seringkali investor kecil merasa bahwa kehilangan uang (atau penurunan nilai uang yang diinvestasikan) adalah risiko.
Seperti yang dijelaskan diatas sisi keuangan risiko adalah variasi nilai saham (return) sehingga selain penurunan yang tajam maka kenaikan yang tajam juga merupakan suatu risiko, sehingga risiko dilambangkan dengan varians atau standar deviasi. Tugas BEI sebagai otoritas bursa yang melakukan tindakan-tindakan untuk mengurangi risiko khususnya bila risiko terjadi saat kondisi pelaku pasar irrasional.
Senin, 15 Desember 2008
Jumat, 07 November 2008
Kebijakan Ekonomi OBAMA: begitulah adanya
Selamat ya buat Om Obama, yang menang kemarin di Amrik dan nanti Januari akan dilantik. Apa ya ada dampaknya kebijakan ekonomi Obama pada Indonesia? Saya sendiri juga bingung mencari tau, karena kebijakannya hampir mirip dengan Mc Cain, tapi dengan cara yang berbeda. Contoh kebijakan pajaknya. Kalo Mc Cain, potong pajak untuk orang kaya, sehingga mereka bisa consume and invest more (begitu kata si Palin) sehingga orang kaya ini akan menggerakan ekonomi. Tapi apa iya, orang kaya akan menggerakan ekonomi Amrik? Jangan-jangan mereka malah membawa kabur uang mereka ke negara-negara yang memberikan tingkat return investasi yang lebih tinggi.
Kalo Obama, kebijakan pajaknya kebalikannya, naikan pajak untuk yang perpenghasilan 250ribu US, dan turunkan pajak bagi yang dibawah $200 ribu. Sama untuk mendorong pertumbuhan, karena pajaknya nanti untuk meningkatkan pengeluaran pemerintah (kerennya government expenditure). Pengeluaran pemerintah ini seharusnya khusus untuk proyek-proyek padat karya, untuk menyerap pengangguran.
Tapi apa iya ada pengaruhnya dengan Indonesia? Ini yang masih menjadi pertanyaan besar. Namun kalo boleh jujur, sepertinya pengaruh yang didengung-dengungkan bahwa bila Obama terpilih maka krisis global akan segera mereda, tidak begitu sahih. Lihat saja indeks IHSG kita, waktu Obama terpilih, masih stabil tuch, maksudnya stabil turunnya ;-D
Lha wong, rupiah kita aja melemah, padahal fundamental ekonomi baik, dan krisisnya ada di Amrik. Lho kok malah Rp melemah terhadap Dollar, bukannya harus sebaliknya ya?
Yang pasti si Obama akan menghadapi tantangan besar, persis masa great depression di Amrik dulu (ngga tau great depression?? makanya baca buku sejarah). Saya rasa kita tunggu aja sekitar pertengahan bulan ini, dan lihat indeks, arah trend-nya apa sudah berbalik naik. Jadi kalo mau investasi di pasar modal, baru Obama menang, jangan asal inves. Slowly aja, kita liat perkembangannya. Wong dana kita ya juga sudah cekak gara-gara krisis :-D
Kalo Obama, kebijakan pajaknya kebalikannya, naikan pajak untuk yang perpenghasilan 250ribu US, dan turunkan pajak bagi yang dibawah $200 ribu. Sama untuk mendorong pertumbuhan, karena pajaknya nanti untuk meningkatkan pengeluaran pemerintah (kerennya government expenditure). Pengeluaran pemerintah ini seharusnya khusus untuk proyek-proyek padat karya, untuk menyerap pengangguran.
Tapi apa iya ada pengaruhnya dengan Indonesia? Ini yang masih menjadi pertanyaan besar. Namun kalo boleh jujur, sepertinya pengaruh yang didengung-dengungkan bahwa bila Obama terpilih maka krisis global akan segera mereda, tidak begitu sahih. Lihat saja indeks IHSG kita, waktu Obama terpilih, masih stabil tuch, maksudnya stabil turunnya ;-D
Lha wong, rupiah kita aja melemah, padahal fundamental ekonomi baik, dan krisisnya ada di Amrik. Lho kok malah Rp melemah terhadap Dollar, bukannya harus sebaliknya ya?
Yang pasti si Obama akan menghadapi tantangan besar, persis masa great depression di Amrik dulu (ngga tau great depression?? makanya baca buku sejarah). Saya rasa kita tunggu aja sekitar pertengahan bulan ini, dan lihat indeks, arah trend-nya apa sudah berbalik naik. Jadi kalo mau investasi di pasar modal, baru Obama menang, jangan asal inves. Slowly aja, kita liat perkembangannya. Wong dana kita ya juga sudah cekak gara-gara krisis :-D
Langganan:
Postingan (Atom)
